Diseminasi Nasional: Korwil Amtsilati Satukan Langkah Sukseskan Gerakan “Ratu Dakwah Kita Sima”

JEPARA — Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati menggelar Diseminasi Nasional Program Revolusi Jiwa Negeri melalui gerakan Ratu Dakwah Kita Sima secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (15/7/2026) mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) Amtsilati dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk konsolidasi nasional untuk menyatukan langkah dalam menyukseskan gerakan dakwah karakter di lingkungan pesantren, madrasah, sekolah, dan masyarakat.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Ust. Ahmad Syifa Muhyiddin, sambutan kedua oleh Ketua Koordinator Pusat Amtsilati, Ust. Misbachul Kholisin dilanjut pembahasan inti. Turut hadir jajaran pengurus Korpus Amtsilati, di antaranya Ust. Arinal Haq Zakiyyat sebagai moderator, Ust. Hasby, serta pengurus Korpus Amtsilati lainnya.

Dalam sambutannya, Ust. Ahmad Syifa Muhyiddin menyampaikan bahwa gerakan Ratu Dakwah Kita Sima merupakan gagasan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati sekaligus mushonnif Kitab Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim. Program ini lahir sebagai ikhtiar membangun kembali karakter bangsa melalui pembiasaan akhlak yang bersumber dari nilai-nilai Islam, sekaligus menjadi respons atas berbagai persoalan moral yang dihadapi generasi muda di era modern.

Ratu Dakwah Kita Sima, akronim dari Gerakan Bersatu untuk Dakwah Kitab Sifatul Mazmumah dan Sifatul Karimah, mengajak seluruh jaringan Amtsilati untuk menyebarluaskan tiga karya utama KH. Taufiqul Hakim, yakni Kitab Sifatul Mazmumah yang membahas sifat-sifat tercela agar dikenali dan dihindari, Kitab Sifatul Karimah yang mengajarkan berbagai akhlak mulia untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, serta Kitab Tahdzibul Qolbi yang berisi pembinaan spiritual, penyucian hati, dan motivasi dalam membentuk karakter.

Dalam pemaparannya, Ust. Ahmad Syifa Muhyiddin menjelaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif para Koordinator Wilayah sebagai ujung tombak penyebaran dakwah karakter di daerah masing-masing. Oleh karena itu, diseminasi nasional ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga sarana konsolidasi untuk menyamakan visi, strategi, dan pola pelaksanaan program di seluruh Indonesia.

Secara teknis, program ini dirancang sederhana dan mudah diterapkan. Metode utamanya adalah takror atau pengulangan materi kitab secara rutin, baik harian maupun mingguan, sehingga nilai-nilai akhlak dapat tertanam melalui pembiasaan. Selain itu, materi juga dapat dikembangkan melalui kultum, halaqah, seminar karakter, maupun kajian tematik yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lembaga. Dengan pelaksanaan yang singkat dan terjadwal, program ini diharapkan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, tetapi justru menjadi budaya positif dalam kehidupan peserta didik.

Forum diseminasi juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarwilayah. Beberapa koordinator menyampaikan perkembangan implementasi program di daerah masing-masing. Di Jawa Barat, sejumlah pesantren dan majelis taklim telah mulai mengkaji kitab-kitab tersebut secara rutin. Di Banten dan Tangerang Raya telah dibentuk tim syiar untuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, sedangkan di Kalimantan Timur materi pembinaan karakter mulai diperkenalkan kepada kelompok Muslimat NU dan komunitas selawat.

Selain memaparkan perkembangan program, para peserta turut mendiskusikan berbagai tantangan di lapangan, terutama terkait distribusi kitab dan keterjangkauan biaya bagi masyarakat di beberapa daerah. Sejumlah solusi pun mengemuka, di antaranya penyediaan edisi buku saku dengan harga lebih ekonomis, pemberian sampel kitab sebagai media sosialisasi, serta penyusunan perangkat pendukung berupa proposal, bahan presentasi, video tutorial, hingga publikasi ilmiah mengenai Sifatul Mazmumah yang telah terakreditasi SINTA 3 sebagai penguat landasan akademik program.

Ust. Ahmad Syifa Muhyiddin berharap seluruh Koordinator Wilayah Amtsilati dapat menjadi motor penggerak dalam menyebarluaskan gerakan Ratu Dakwah Kita Sima di wilayah masing-masing. Melalui sinergi yang kuat antara pengurus pusat dan seluruh Korwil, program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan, majelis taklim, dan komunitas masyarakat sehingga nilai-nilai akhlak mulia semakin membudaya di tengah kehidupan sosial.

Diseminasi nasional ini sekaligus menjadi langkah awal penyusunan roadmap pengembangan gerakan Ratu Dakwah Kita Sima secara berkelanjutan. Berbagai strategi implementasi dan penguatan jaringan dakwah karakter tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam Musyawarah Nasional (Munas) Amtsilati yang dijadwalkan berlangsung di Madura pada November mendatang.

Melalui gerakan ini, Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati berharap dapat membangun gerakan dakwah karakter yang menyeluruh dan berkesinambungan. Dengan dukungan seluruh Koordinator Wilayah Amtsilati sebagai garda terdepan pelaksana program, Ratu Dakwah Kita Sima diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, adab yang kokoh, dan integritas dalam menghadapi tantangan zaman.